Bandung, 24 Oktober 2025KB & TK Taruna Bakti Bandung menerima kunjungan dari  Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia – Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) Kota Padang dalam kegiatan Studi Tiru yang bertujuan mempelajari praktik pembelajaran dan pembiasaan karakter di Taruna Bakti yang dikenal sebagai sekolah pembauran (multicultural school). 

Acara yang berlangsung pada Jumat, 24 Oktober 2025 ini dihadiri oleh General Manager Yayasan Taruna Bakti, Kepala KB & TK Taruna Bakti, Pengawas Dinas Pendidikan Kota Bandung, Ketua IGTKI-PGRI Kota Padang, serta Kabid PAUD DIKMAS Dinas Pendidikan Kota Padang. 

Rangkaian kegiatan dibuka dengan penampilan angklung peserta didik TK Taruna Bakti sebagai bentuk sambutan hangat kepada para tamu. Suasana penuh keakraban ini semakin terasa ketika para peserta disuguhi penayangan video profil TK Taruna Bakti yang menampilkan keunggulan pembelajarannya, termasuk filosofi pendidikan inklusif, program pembelajaran tematik, hingga pembiasaan nilai toleransi antaragama yang menjadi ciri khas sekolah ini. 

Dalam sambutannya, Prima Bagus Indarjaya, S.H., M.H., selaku General Manager Yayasan Taruna Bakti, menegaskan kembali komitmen Yayasan Taruna Bakti dalam menanamkan nilai-nilai keberagaman sejak dini: “Menjadi sekolah pembauran untuk mencetak generasi emas tentu bukanlah hal yang mudah. Menyatukan lima agama untuk saling bertoleransi selalu kami pupuk dan biasakan pada peserta didik. KB & TK Taruna Bakti sudah berdikari selama hampir 70 tahun dan menjadi salah satu pilihan sekolah percontohan untuk studi tiru. ujarnya. 

Senada dengan itu, Ibu Masniari Lyn Parlina Pakpahan, S.Pd., Kepala TK Taruna Bakti, berharap agar kunjungan ini membawa inspirasi baru bagi dunia pendidikan anak usia dini di Kota Padang: “Semoga saja pembiasaan kami di TK Taruna Bakti akan menambah nilai bagi IGTKI-PGRI Kota Padang untuk terus bertumbuh lebih baik.” ungkapnya. 

Sementara itu, Ibu Ratnawilis, Ketua IGTKI-PGRI Kota Padang, menyampaikan kekagumannya terhadap suasana pembelajaran di TK Taruna Bakti: “Kami terpaku pada penampilan angklung anak TK Taruna Bakti, berarti pimpinannya pintar. Kami sangat tertarik dengan studi pembauran, sehingga kami ingin melihat langsung prosesnya di Bandung.” ungkapnya. 

Menutup rangkaian acara, Ibu Weny Kuswara, S.H., M.M., perwakilan Dinas Pendidikan Kota Padang, menegaskan bahwa hasil studi tiru ini akan menjadi bahan pembelajaran berharga bagi lembaga IGTKI PGRI Kota Padang:“IGTKI-PGRI Kota Padang akan mempelajari dan menduplikasi pembiasaan baik dari TK Taruna Bakti, terutama dalam penanaman kultur Sekolah Pembauran. Penampilan angklung anak TK Taruna Bakti bagus, sudah diperkenalkan sejak dini dan menjadi budaya yang perlu dilestarikan.” ujarnya. 

Melalui kegiatan ini, KB & TK Taruna Bakti terus berkomitmen untuk menunjukkan perannya sebagai sekolah pembauran percontohan nasional yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga non-akademik yang menanamkan nilai-nilai kebhinekaan, toleransi, dan karakter anak bangsa sejak usia dini.